Efisiensi Logistik Energi sebagai Fondasi Ketahanan dan Pendorong Transisi Energi Nasional
![]() |
| PT Pertamina International Shipping (PIS) Sumber (Investor id) |
Ilmunesia | PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menegaskan komitmennya untuk meningkatkan efisiensi dalam rantai pasok energi nasional melalui integrasi sistem logistik batu bara, gas, dan bioenergi. Langkah ini dipandang sebagai faktor penting untuk memastikan ketersediaan energi primer sekaligus mempercepat proses transisi energi, seiring proyeksi peningkatan kebutuhan listrik nasional sekitar 5,3 persen per tahun hingga 2034.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, dalam Indonesia Logistics Leaders Forum 2025, bagian dari rangkaian kegiatan ALFI Convex 2025 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang.
Rakhmad menjelaskan bahwa kenaikan kebutuhan listrik dipicu oleh ekspansi industri pusat data, program hilirisasi mineral, pertumbuhan penggunaan kendaraan listrik, serta peningkatan elektrifikasi rumah tangga di berbagai daerah.
Dengan konsumsi listrik yang tumbuh 5,3 persen tiap tahun, kebutuhan energi primer ikut meningkat. Tahun ini kami menangani hampir 100 juta ton batu bara, sekitar 1,4 miliar kaki kubik gas per hari, termasuk 90 kargo LNG serta 4 juta kiloliter BBM dan 2,6 juta ton biomassa,” ujarnya.
Ia menambahkan, efisiensi logistik pada sektor gas dan bioenergi menjadi strategi krusial untuk menjaga keandalan pasokan. PLN EPI saat ini memperluas infrastruktur midstream LNG dan bioenergi, seperti pembangunan mini regas LNG di Tarakan dan penguatan jaringan regasifikasi LNG di wilayah Nias, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua Utara melalui skema milk and run maupun hub and spoke.
Pendekatan tersebut akan membangun sistem virtual pipeline gas nasional, yang memungkinkan akses energi lebih merata bagi berbagai industri, termasuk smelter, petrokimia, kawasan industri di luar Jawa, serta sektor komersial.
Baca juga: Tipping Fee PLTSa: Fungsi, Tantangan, dan Standar Ideal di Indonesia.
Selain itu, PLN EPI juga mengembangkan ekosistem bioenergi melalui platform digital biomass marketplace yang mempertemukan pemasok, agregator, pemilik fasilitas produksi, hingga pembangkit listrik. Potensi pasokan biomassa dalam negeri diperkirakan mencapai 80–130 juta ton per tahun, sementara kebutuhan PLN Group berada di kisaran 10 juta ton.
Platform digital ini kami kembangkan untuk meningkatkan efisiensi logistik sekaligus melibatkan lebih banyak pemasok skala kecil, seperti kelompok tani dan UMKM, agar kualitas dan keberlanjutan pasokan tetap terjaga,” tambah Rakhmad.
Ia menegaskan bahwa transformasi logistik energi harus dijalankan secara konsisten melalui percepatan pemanfaatan teknologi, kerja sama lintas sektor, dan penerapan standar operasional yang modern.
Semakin cepat teknologi dan integrasi logistik diimplementasikan, semakin besar dampaknya bagi keandalan pasokan energi nasional dan pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.
Forum tersebut juga menyoroti peran penting digitalisasi supply chain, otomatisasi, dan perencanaan berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan daya saing logistik Indonesia. Integrasi moda transportasi, peningkatan standar keamanan, serta penggunaan data real-time dinilai penting untuk menurunkan biaya logistik nasional yang masih berada di kisaran 14,3 persen dari Produk Domestik Bruto.

Posting Komentar